Senin, 25 Maret 2019

MAKALAH STUDY ILMU AL- QUR’AN “ILMU ASBABUN NUZUL”

MAKALAH STUDY ILMU AL- QUR’AN “ILMU ASBABUN NUZUL”




BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia yang diwahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Pengembagan studi keislaman yang berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh di antaranya dengan pendekatan sosio-historis. Aplikasi pendekatan tersebut memungkinkan penemuan nilai-nilai dan makna substansial dalam al-Qur’an. Ayat-ayat al-Qur’an dapat dikategorikan menjadi dua kelompok menurut sebab turunnya ayat. Pertama, ayat yang turun dengan adanya sebab; kedua, ayat yang turun tanpa sebab atau peristiwa yang melatarbelakanginya, seperti ayat-ayat yang menceritakan umat terdahulu, berita-berita alam ghaib, gambaran alam barzakh, persaksian alam kebagkitan, keadaan hari kiamat dan sebagainya
Pada masa Rasulullah, banyak peristiwa terjadi yang belum diketahui hukumnya me nurut islam. Beberapa sahabat juga sering bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu yang belum mereka pahami. Kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk mengetahui hukum Islam mengenai hal itu. Maka al-Qur’an turun untuk menjelaskan atau menunjukkan hukum atas peristiwa atau pertanyaan yang muncul tersebut. Jawaban dari al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi umat manusia. Itulah yang kemudian disebut dengan Asbabun Nuzul, yaitu sebab-sebab turunya ayat-ayat al-Qur’an. Untuk lebih mengetahui atau memahami maksud al-Qur’an secara utuh maka lebih utama jika mengetahui tentang Asbabun Nuzul. Pengenmbangan studi keislaaman yang berkaitan dengan al-Qur’an dapat ditempuh diantaranya dengan pendekatan Sosio-historis.
Pendekatan ini memungkinkan penemuan nilai-nilai dan makna substansial dalam al-Qur’an yang terangkum dalam Asbabun Nuzul, yakni sesuatu yang disebabkan olehnya diturunkan suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung peristiwa, atau menerangkan hukumnya pada saat terjadinya peristiwa itu. Karena  kita bisa salah menangkap pesan-pesan Al-Qur’an secara utuh, jika hanya memahami dari bahasanya saja secara tekstual tanpa memahami konteks Sosio-historisnya.

B.  Rumusan Masalah
1.      Apa  pengertian asbabun nuzul?
2.      Bagaimana Sejarah Perkembangan Ilmu asbabun Nuzul?
3.      Bagaimana fungsi Asbabun Nuzul dalam memahami Al-Qur’an?
4.      Macam-macam Asbabun Nuzul Al-Qur’an?
5.      Aneka Riwayat Sebab Turunya Ayat Al-Qur’an?
6.      Pandangan Ulama’ Tentang Asbabun Nuzul Al-Qur’an?




BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Asbabun Nuzul
Asbabun Nuzul merupakan bentuk Idhafah dari kata “asbab” dan “nuzul”.
Secara etimologi Asbabun Nuzul adalah Sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Meskipun segala fenomena yang melatar belakangi terjadinya sesuatu bisa disebut Asbabun Nuzul, namaun dalam pemakaiannya, ungkapan Asbabun Nuzul khusus dipergunakan untuk menyatakan sebab-sebab yang melatar belakangi turunya al-qur’an, seperti halnya asbab al-wurud yang secara khusus digunakan bagi sebab-sebab terjadinya hadist.[1]
Sedangkan secara terminology atau istilah Asbabun Nuzul dapat diartikan sebagai sebab-sebab yang mengiringi diturunkannya ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW karena ada suatu peristiwa yang membutuhkan penjelasan atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban.[2]
Banyak pengertian terminologi yang dirumuskan oleh para ulama’, diantaranya :
1.    Menurut Az-Zarqani :
“Asbabun Nuzul adalah khusus atau sesuatu yang terjadi serta ada hubunganya dengan turunya ayat Al-Qur’an sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi.”
2.    Ash-Shabuni :
Asbabun Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunya satu atau beberapa ayat mulia yang diajukan kepada nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama.[3]




3.    Shubhi Shalih :
ماَÙ†ُزِÙ„َØ©ِالأَÙŠَØ©ُ اَÙˆِالْاَياَتُ بِسَبَبِÙ‡ِ Ù…ُتَضَÙ…ِّÙ†َØ©ً Ù„َÙ‡ُ اَÙˆْÙ…ُجِÙŠْبَØ©ً عَÙ†ْÙ‡ُ Ø£َÙˆْÙ…ُبِÙŠْÙ†َØ©ًÙ„ِØ­ِÙƒَÙ…ِÙ‡ِ زَÙ…َÙ†َ ÙˆُÙƒُÙˆْعِÙ‡ِ
Artinya:
“Asbabun Nuzul adalah sesuatu yang menjadi sebab turunnya satu atau beberapa ayat. Al-qur’an (ayat-ayat)terkadang menyiratkan peristiwa itu, sebagai respons atasnya. Atau sebagai penjelas terhadap hukum-hukum disaat peristiwa itu terjadi.”
4.    Mana’ al-Qhathan:
ماَÙ†ُزِÙ„َ Ù‚ُرْآنٌ بِØ´َØ£ْÙ†ِÙ‡ِ ÙˆَÙ‚ْتَ ÙˆُÙ‚ُÙˆْعِÙ‡ِ ÙƒَحاَدِØ«َØ©ٍ اَÙˆْسُؤَالٍ.
Artinya:
“Asbabun Nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunya Al-Qur’an berkenaan dengannya waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi.”
5.    Al-Wakidy
Asbabun Nuzul adalah peristiwa sebelum turunya ayat, walaupun “sebelumnya” itu masanya jauh, seperti adanya peristiwa gajah dengan surat Al-Fiil.[4]

Bentuk-bentuk peristiwa yang melatar belakangi turunnya Al-qur’an itu sangat beragam, di antaranya berupa:konflik sosial seperti ketegangan yang terjadi amtara suku Aus dan suku Khazraj; kesalahan besar, seperti kasus salah seorang sahabat yang mengimami sholat dalam keadaan mabuk: dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang sahabat kepada Nabi, baik berkaitan dengan sesuatu yang telah lewat, sedang, atau yang akan terjadi.
Persoalan apakah seluruh ayat Al-Qur’an memiliki Asbabun Nuzul atau tidak, ternyata telah menjadi bahan kontroversi diantara para uulama’. Sebagian ulama’ berpendapat bahwa tidak semua ayat Al-Qur’an memiliki Asbabun Nuzul. Sehingga, diturunkan tanpa ada yang melatar belakanginya (Ibtida’), dan adapula ayat Al-Qur’an itu diturunkan dengan dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa (ghair ibtida’).
Pendapat tersebut hampir merupakan konsensus para ulama. Akan tetapi, ada yang menguatkan bahwa kesejarahan Arabia pra-Qur’an pada masa turunnya Al-Qur’an merupakan latar belakang makro Al-Qur’an; sementara riwayat-riwayat Asbabun Nuzul merupakan latar belakang mikronya. Pendapat ini berarti menganggap bahwa semua ayat Al-Qur’an memiliki sebab-sebab yang melatarbelakanginya.



B.  Sejarah Perkembangan Ilmu Asbabun Nuzul
Sejak zaman sahabat pengetahuan tentang Asbabun Nuzul dipandang sangat penting untuk bisa memahami penafsiran Al-Qur’an yang benar. Karena itu mereka berusaha untuk mempelajari ilmu ini. Mereka bertanya kepada Nabi SAW tentang sebab-sebab turunya ayat atau kepada sahabat lain yang menjadi saksi sejarah turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan demikian pula para tabi’in yang datang kemudian, ketika mereka harus menafsirkan ayat-ayat hukum, mereka memerlukan pengetahuan Asbabun Nuzul agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.[5]
Dalam perkembangannya ilmu asbabun nuzul menjadi sangat urgen. Hal ini tak lepas dari jerih payah perjuangan para ulama’ yang mengkhususkan diri dalam upaya membahas segala ruang lingkup sebab nuzulnya Al-Qur’an. Diantaranya yang terkenal yaitu Ali bin Madini, Al-wahidy dengan kitabnya Asbabun Nuzul, Al-Ja’bary yang meringkas kitab Al wahidi, Syaikhul Islam Ibn Hajar yang mengarang sebuah kitab mengenai asbabun nuzul. Dan As-Suyuthi mengarang kitab Lubabun Nuqul fi Asbab An-Nuzul, sebuah kitab yang sangat memadai dan jelas serta belum ada yang mengarang.[6]
C.  Fungsi Ilmu Asbabun Nuzul Dalam Memahami Al-Qur’an
Pentingnya mempelajari dan mengetahui Asbabun Nuzul adalah untuk memahami ayat Al-Qur’an, baik dalam mengistimbath hukum atau dalam beristidlal, atau sekedar memahami maksud ayat. Tidak mungkin memahami kandungan makna suatu ayat tanpa mengetahui sebab turunnya ayat tersebut.[7]
Al Wahidi menjelaskan: “tidaklah mungkin mengetahui tafsir ayat tanpa mengetahui dan penjelasan sebab turunnya.” Ibn Daqiqil ‘Id berpendapat, “Keternagan sebab nuzul adalah cara yang kuat (tepat) untuk mengetahui makna Al-Qur’an. Ibn Taimiyah mengatakan: “Mengetahui sebab nuzul akan membantu dalam memahami ayat, karena mengetahui sebab menimbulkan pengetahuan mengenai musabab (akibat).”
Contohnya dalam QS. Al-Baqoroh ayat 158 yang artinya “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah,maka tidak ada dosa baginya untuk mengerjakan sa’i di antara keduanya. Dan barang siapa mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan dan Maha Mengetahui.”
Lafal ayat ini secara tekstual tidak menunjukkan bahwa sa’i itu wajib, sebab ketiadaan dosa untuk mengerjakannya itu menunjukkan “kebolehan” dan bukannya “kewajiban.” Sebagian ulama’ juga berpendapat demikian, karena berpegang pada arti tekstual ayat itu.[8]
Dalam uraian yang lebih rinci Az-Zarqani mengemukakan urgensi sebab An-Nuzul dalam memahami Al-qur’an sebagai berikut :
  • membantu dalam memahami sekaligus mengatasi ketidakpastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-Qur’an.
  • Mengatasi keraguan ayat yang diduga memiliki keraguan umum.
  • Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an.
  •  Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan ayat Al-Qur’an turun.
  •  Memudahkan untuk menghafal dan memahami ayat, serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya.
  •  Penegasan bahwa Al-Qur’an benar-benar dari Allah SWT, bukan buatan manusia.
  •  Penegasan bahwa Allah benar-benar memberi pengertian penuh pada Rasulullah dalam menjalankan misi risalahnya.
  •  Mengetahui makna serta rahasia-rahasia yang terkandung dalam Al-Qur’an.
  •  Seseorang dapat menentukan apakah ayat mengandung pesan khusus atau umum dan dalam keadaan bagaimana ayat aitu harus diterapkan.
  •  Mengetahui secara jelas hikmah disyariatkannya suatu hukum.


  • D. Macam- Macam Asbabun Nuzul
    1. Banyaknya nuzul dengan satu sebab
    Terkadang banyak ayat turun, sedangkan sebabnya hanya satu. Dalam hal ini tidak ada permasalahan yang cukup penting, karena itu banyak ayat yang turun didalam berbagai surat berkenaan dengan satu peristiwa. Contohnya ialah apa yang di riwayatkan oleh Said bin Mansur, ‘Abdurrazaq, Tirmidzi, Ibn jarir, Ibnul Munzir, Ibn Abi Hatim, tabrani, dan Hakim yang mengatakan shahih, dari Ummu salamah, ia berkata : “Rasullullah, aku tidak mendengar Allah menyebutkan kaum perempuan sedikitpun mengenai hijrah. Maka Allah menurunkan : maka tuhan mereka memperkenankan permohonanya (dengan firman) : “sesungguhny aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan : (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain... (Ali ‘Imran [3]:195).
    Diriwayatkan pula oleh Ahmad, Nasa’i, Ibn Jarir, Ibnul Munzir, Tabarani, dan Ibn Mardawih dari Ummu Salamah yang mengatakan ; “Aku telah bertanya : Rasulullah, mengapa kami tidak disebutkan dalam al-qur’an seperti kaum laki-laki ? maka suatu harti aku dikejutkan oleh suara Rasulullah diatasa mimbar. Ia membacakan : Sesungguhnya laki-laki dan perempuan Muslim.. sampai akhir ayat 35 Surat al-Ahzab [33].”
         Diriwayatkan pula oleh Hakim dari Ummu Salamah yang mengatakan : “kaum laki-laki berperang sedang kaum perempuan tidak. Disamping itu kami hhanya memperoleh warisan setengah bagian? Maka Allah menurunkan ayat : Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan terhadap apa yang dikaruniakan sebagian dari kamu lebih banyak dari sebagian yang usahakan, dan bagi para wanitapun ada bagian dari apa yang mereka usahan pula.. (an-Nisa’ [4]:32) dan ayat : sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim..” ketiga ayat tersebut turun ketika satu sebab.
    2. Penuruna ayat lebih dahulu daripada sebab
         Az-Zarkasyi dalam membahas fi ulumil qur’an karya Manna’ Khalil Al Qattan mengemukakan satu macam pembahasan yang berhubungan dengan sebab nuzul yang dinamakan “penurunan ayat lebih dahulu daripada hukum (maksud)nya.” Contoh yang diberikan dalam hal ini tidaklah menunjukkan bahwa ayat itu turun mengenai hukum tertentu, kemudian pengalamanya datang sesudahnya. Tetapi hal tersebut menunjukan bahwa ayat itu diturunkan dengan lafadz mujmal (global), yang mengandung arti lebih dari satu, kemudian penafsiranya dihubungkan dengan salah satu arti-arti tersebut, sehingga ayat tadi mengacu pada hukum yang datang kemudian. Misalnya firman Allah : Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) [87]:14). Ayat tertsebutdijadikan dalil untuk zakat fitrah. Diriwayatkan oleh baihaqi dengan disanadkan kepada Ibn Umar, bahwa ayat itu turun berkenaan dengan zakat Ramadhon ( Zakat Fitrah), kemudian dengan isnad yang marfu’ Baihaqi meriwayatkan pula keterangan yang sama. Sebagian dari mereka barkata : aku tidak mengerti maksud pentakwilan yang seperti ini, sebab surah itu Makki, sedang di Makkah belum ada Idul fitri dan zakat.”[9]
         Didalam ayat tersebut, Bagawi menjawab bahwa nuzul itu boleh saja mendahului hukumnya, seperti firman Allah : aku benar-benar bersumpah dengan kota ini, dan kaum (Muhammad) bertempat di kota ini (al-Balad [90]:1-2). Surah ini Makki, dan bertempatnya di Makkah, sehingga Rasulullah berkata : “Aku mnenempati pada siang hari).”
    3. Beberapa ayat turun mengenai satu orang
         Terkadang seorang sahabat mengalami peristiwa lebih datri satu kali, dan al-qur’an pun turun mengenai setiap peristiwanya. Karena itu, banyak ayat yang turun mengenai setiap peristiwanya. Karena itu, banyak ayat yang turun mengenai nya sesuai dengan banyaknya peristiwa yang terjadi. Misalnya apa yang diriwayatkan oleh Bukhari tentang berbakti kepada kedua orang tua. Dari sa’d bin Abi Waqqas yang mengatakan : “ada empat ayat al-qur’an turun berkenaan denganku. Pertama, ketika ibuku bersumpah bahwa ia tidak akan makan dan minum sebelum aku mwninggalkan Muhammad, lalu Allah menurunkan : dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamumengikutio keduanya dan pergauilah keduanya didunia dengan baik (luqman[31]:15).
    Kedua ketika aku mengambil sebilah pedang dan mengaguminya, maka aku berkata kepada Rasulullah : “Rasulullah, berikanlah kepadaku pedang ini”. Maka turunlah : mereka  bertanya kepadamu tenytang pembagiuan harta rampasan perang (al-anfal [8]:1).
    Ketiga, ketika aku sedang sakit Rasulullah datang mengunjungilku kemudian aku bertanya kepadanya : “Rasulullah, aku ingin membagikan hartaku, bolehkah aku mewasiatkan separuhnya?” rasulullah diam. maka wasiat dengan sepertiga harta itu dibolehkan.
    Keempat, ketika aku sedang minum minuman keras (khamr) bersama kaum Ansor, seorang dari mereka memukul hidungku dengan tulang rahang unta. Lalu aku datang kepada Rasulullah , maka Allah ‘Azza Wajalla menurunkan larangan minumkhamr.” [5]
    E. Aneka Riwayat Sebab Turunya Ayat Al-Qur’an
    Banyak riwayat mmengenai sebab turunya suatu ayat. Dalam keadaan demikian sikap seorang musafir kepadanya sebagai berikut :
  • Apabila bentuk redaksi tidak tegas, seperti : “ayat ini turun mengenai urusan ini”, atau “aku mengira ayat ini turun mengenai urusan ini”, maka dalam hal ini tidak ada kontradiksi diantara riwayat-riwayat itu, sebab maksud riwayat–riwayat tersebut adalah penafsiran dan penjelasan bahwa hal itu termasuk kedalam makna ayat yang disimpulkan darinya, bukan menyebutkan sebab nuzul, kecuali bila ada qorinah atau indikasi pada salah satu riwayat bahwa maksudnya adalah penjelasan sebab nuzul.[10]
  •  Apabila salah satu bentuk redaksi riwayat itu tidak tegas, misalnya “ayat ini turun mengenai urusan ini”, sedang riwayat yang lain menyebutkan sebab nuzul dengan tegas yang berbeda dengan riwayat pertama, maka yang menjadi pegangan adalah riwayat yang menyebutkan sebab nuzul secara tegas, dan riwayat yang lain dipandang termasuk didalam hukum  ayat.
  •  Apabila riwayat itu banyak dan semuanya menegaskan sebab nuzul, sedang salah satu riwayat diantaranya itu shahih, maka yang menjadi pegangan adalah riwayat yang shahih.
  • Apabila riwayat-riwayat itu sama namun terdapat segi yang memperkuat salah satunya, seperti kehadiran perawi dalam kisah tersebut, atau salah satu dari riwayat-riwayat itu lebih shahih, maka riwayat yang lebih kuat itulah yang didahulukan.
  •  Apabila riwayat-riwayat riwayat tersebutn sama kuat, mak riwayat-riwayat itu dipadukan atau dikompromikan bila mungkin, hingga dinyatakan bahwa ayat tersebut turun sesudah terjadi dua buah sebab atau lebih karena jarak waktui diantara sebab-sebab itu berdekatan.
  •  Bila riwayat-rawayat itu tidak bisa dikompromikan karena jarak waktu antara sebab-sebab tersebut berjauhan, maka hal yang demikian, dipandan sebagai banyak berulangnya nuzul.[6]
  • F.   Pandangan Ulama’ Tentang Asbabun Nuzul Al-Qur’an
         Para ulama’ tidak sepakat mengenai kedudukan asbab al nuzul. Mayoritas ulama tidak memberikan keistimewaan khusus kepada ayat-ayat yang mempunyai riwayat asbab al nuzul, karena yang terpenting dari mereka ialah apa yang tertera didalam redaksi ayat. Jumhur ulama’ kemudian menetapkan suatu kaidah : “yang dijadikan pegangan ialah keumuman lafadz, bukan kekhususan sebab”. Sedangkan sebagian kecil ulama’ memandang penting keberadaan riwayat-riwayat asbab al nuzul didalam memahami ayat. Golongan ini juga memenetapkan satu kaidah : “yang dijadikan pegangan adalah kekhususan sebab, bukan keumuman lafadz”
         Jumhur ulama’ berpendapat bahwa ayat-ayat yang diturunkan berdasarkan sebab khusus tetapi diungkapkan dalam bentuk lafadz umum, maka yang dijadikan pegangan adalah lafadz umum.
    Contoh turunya surat Q.S Al Maidah:38:
    “laki-laki yang mencuri dan pertempuan yang mencuri, motonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
    Ayat ini turun berkenaan dengan pencurian sejumlah perhiasan yang dilakukan seseorang pada masa Nabi. Tetapi ayat ini menggunakan lafadz ‘am, yaitu isim mufrad yang dita’rifkan dengan lam (al) jinsiyyah, mayoritas ulama’ memahami ayat tersebut berlaku umum \, tidak hanya tertuju kepada yang menjadi sebab turunya ayat.
    Sebagian kecil ulama’ mempunyai sisi pandangan lain. Mereka berpegang kepada akaidah kedua dengan alasan bahwa kalau yang dimaksud tuhan adalah kaidah lafadz umum, bukan untuk menjelaskan suatu peristiwa atau sebab khusus, mengapa tuhan menunda penjelasan  hukumnya hingga terjadinya peristiwa tersebut.



    BAB III
    SIMPULAN

    Asbabun Nuzul merupakan bentuk Idhafah dari kata “asbab” dan “nuzul”. Secara etimologi Asbabun Nuzul adalah Sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Sedangkan sescara terminology atau istilah Asbabun Nuzul dapat diartikan sebagai sebab-sebab yang mengiringi diturunkannya ayat-ayat al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW karena ada suatu peristiwa yang membutuhkan penjelasan atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban.
    Sejak zaman sahabat pengetahuan tentang Asbabun Nuzul dipandang sangat penting untuk bisa memahami penafsiran Al-Qur’an yang benar. Karena itu mereka berusaha untuk mempelajari ilmu ini. Mereka bertanya kepada Nabi SAW tentang sebab-sebab turunya ayat atau kepada sahabat lain yang menjadi saksi sejarah turunnya ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan demikian pula para tabi’in yang datang kemudian, ketika mereka harus menafsirkan ayat-ayat hukum, mereka memerlukan pengetahuan Asbabun Nuzul agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.
    Asbabun Nuzul ada bermacaam-macam, diantarannya :
    1.    Banyaknya nuzul dengan satu sebab.
    2.    Penuruna ayat lebih dahulu daripada sebab.
    3.    Beberapa ayat turun mengenai satu orang.



    DAFTAR PUSTAKA
    Didin saefudin Buchori, 2005, Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur’an, Granada Pustaka : Bogor:
    Manna’ Khalil Al-Qattan, 2001, Studi Ilmu-Uilmu Al-Qur’an, Pustaka Litera AntarNusa : Bogor
    Rosihon Anwar, 2000,Ulum Al-Qur’an, Pustaka setia: Bandung
    [1] Rosihon Anwar, Ulum Al-Qur’an, Pustaka setia,Bandung:2000, hlm 60.
    [2] http://www.perkuliahan.com/Makalah-Tentang-Teori-Asbabun-Nuzul-Al-Qur'an/ diunduh pada 17 mei 2015.
    [3] Rosihon Anwar,Op.Cit hlm 60.
    [4] Didin saefuddin Buchori, Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur’an, Granaada Pustaka, Bogor:2005, hlm. 33.
    [5] http://nasehatsuper.blogspot.com/2013/03/kumpulan-makalah-ulumul-quran.html diakses pada 17 Mei 2015.
    [6] http://icl.googleusercontent.com/?lite_url+http://ibnu-tahdi.blogspot.com/2011/04/konsepsi-operatif-ilmu-asbanun-nuzul.html? Diunduh pada 18 Mei 1015.
    [7] Didin saefudin Buchori, Pedoman Memahami Kandungan Al-Qur’an, Granada Pustaka, Bogor:2005, hlm. 34-35.
    [8] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Uilmu Al-Qur’an, Pustaka Litera AntarNusa, Bogor:2001, hlm.113.
    [9] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Uilmu Al-Qur’an, Pustaka Litera AntarNusa, Bogor:2001, hlm.134
    [10] Manna’ Khalil Al-Qattan, Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Pustaka Litera Antarnusa, Bogor:2001, hlm.123.
      

    Minggu, 24 Maret 2019

    ILMU KALAM : ALIRAN ASY'ARIYAH DAN MATURIDIYAH





     DAFTAR ISI

    Kata Pengantar............................................................................................. 2
    Daftar Isi...................................................................................................... 3
    BAB I
    PENDAHULUAN
    a.       Latar Belakang................................................................................. 4
    b.      Rumusan Masalah............................................................................ 5
    c.       Tujuan.............................................................................................. 6
    BAB II......................................................................................................... 7
    PEMBAHASAN......................................................................................... 7
    A.    Aliran Al-Asy’ariyah .......................................................................
    1.      Biografi Al-Asy’ari ...................................................................
    2.      Pokok Pemikiran Aliran Al-Asy’ari ..........................................
    B.     Aliran Al-Maturidiyah ....................................................................
    1.      Biografi Al-Maturidi .................................................................
    2.      Pokok Pemikiran Aliran Al-Maturidi ........................................
    BAB III....................................................................................................... 18
    PENUTUP & KESIMPULAN.................................................................... 18
    DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 19



    BAB I
    PENDAHULUAN
    a.       Latar Belakang
    Perkembangan ilmu kalam dalam lintasan sejarah islam, tampaknya tidak bisa terlepas dari peranan kelompok Al-Asy’ari dan Al-Maturidi,  Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Asy’ariyah dalam membendung arus paham Muktazilah sejak awal kemunculannya hingga pada masa-masa berikutnya.  Pergolakan antara dua kelompok tersebut terus terjadi baik dalam lingkup kecil maupun besar.
    Karakteristik yang menonjol dari perbedaan kelompok ini adalah tentang penakwilan terhadap sifat-sifat Tuhan yang serupa dengan makhluk pada pengertian yang sesuai dengan ketinggian dan kesuciannya.[1]

    Sabtu, 09 Februari 2019

    PETUNJUK TEKNIS PEMELIHARAAN JALAN DESA

    PEMELIHARAAN JALAN

    UMUM
    Tujuan pemeliharaan jalan adalah agar jalan yang sudah dibangun selalu dapat berfungsi dengan baik sehingga dapat dioperasikan secara optimal dan terjaga kelestariannya serta dapat dipakai sepanjang waktu.
    Prasarana jalan perlu diperiksa secara rutin serta dilakukan pendataan terhadap kekurangan-kekurangan yang ada dan kemudian diperbaiki.

    LANGKAH-LANGKAH PEMELIHARAAN
    o Penentuan bagian yang harus dipelihara (karena timbul masalah drainase, tanah, atau konstruksi yang terganggu)
    o Tim pemelihara harus memilih waktu yang paling tepat untuk mengidentifikasikan (mengelompokkan) masalah, yaitu pada saat sehabis hujan besar (atau lebih baik lagi pada waktu hujan deras masih berlangsung).
    o Berdasarkan inventarisasi masalah ditentukan hal mana yang dapat diperbaiki dengan sumber daya alam dan manusia yang ada di desa.
    o Prioritas penanganan tidak dapat dilepaskan dari penentuan waktu yang paling tepat untuk pemeliharaan yaitu :
    - Keadaan yang berbahaya harus segera ditangani dan penggunaan jalan dibatasi atau dihentikan sama sekali sampai keadaan diperbaiki.
    - Masalah yang akan mengakibatkan kerusakan besar terhadap pemilikan pribadi masyarakat desa (rumah, lahan, kendaraan), harus segera ditangani, seperti meluapnya air yang mungkin akan merusak tanaman di ladang sebelah jalan atau longsor yang mengancam rumah penduduk.
    - Masalah yang akan menyebabkan kerusakan yang lebih luas dan lebih besar harus segera ditangani seperti masalah drainase yang tidak berfungsi
    - Adapun masalah yang sebaiknya menunggu cuaca yang baik demi kualitas perbaikan, asal tidak merugikan masyarakat kalau menunggu (hal-hal yang perlu menunggu tanah kering, misalnya pemasangan gorong-gorong baru, atau pembuatan sub teras).
    o Yang di luar kemampuan masyarakat harus dilaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum (misalnya jika terjadi kerusakan jembatan atau longsornya tanah yang besar) untuk pertimbangannya dan nasihatnya.
    o Melaksanakan kegiatan pemeliharan yang bersifat rutin, mendesak, dan berkala, yaitu :
    - Rutin : kegiatan yang perlu dilaksanakan paling sedikit sekali setahun pada bagian jalan tertentu (saluran pembuang air, badan jalan, bahu jalan, lereng/tebing, dan bangunan pelengkap)
    - Mendesak : kejadian yang tidak disangka-sangka memerlukan kegiatan perbaikan yang perlu dilakukan segera seperti kerusakan oleh banjir, tanah longsor, dsb.
    - Periodik : kegiatan yang kadang-kadang dibutuhkan untuk memperbaiki bagian jalan tertentu setelah periode beberapa tahun. Kegiatan tersebut memerlukan bantuan dan sarana untuk melaksanakannya dan biasanya mengharuskan penggunaan dana sarana cadangan pada bagian jalan. Kegiatan ini perlu diidentifikasi (atau dikelompokkan) sesuai tingkatannya dan direncanakan pelaksanaannya secara spesifik.

    PEMELIHARAAN DRAINASE
    Air merupakan musuh jalan yang paling kuat, jalan menjadi jelek jika badan jalan tidak cepat kering setelah hujan, jalan menjadi terputus apabila air dibiarkan melintangi permukaan jalan, jalan menjadi rusak apabila air dibiarkan mengalir di tengah jalan dan jalan menjadi bergelombang apabila fondasi jalan tidak kering. Untuk mengantisipasi semua itu diperlukan drainase (atau saluran pembuangan air).
    Pemeliharaan drainase adalah kegiatan rutin yang paling penting. Pemeliharaan ini meliputi :
    · Memangkas rumput dan membersihkan saluran dari semak dan kotoran yang menghambat aliran air.
    · Membersihkan endapan lumpur (lumpur yang tertinggal di dasar saluran) dan memperbaiki bagian saluran yang terkikis air serta saluran diperbesar.
    · Gorong-gorong atau saluran pembuang ditambah untuk mengurangi debit (banyaknya) air saluran dan dibersihkan dari endapan.
    · Saluran dibuat sampai tempat pembuangan yang aman, saluran pembuang dibuat dengan ukuran yang cukup (termasuk kemiringan saluran) dan saluran diberi pelindung batu atau rumput.
    clip_image002

    Standar Potongan Melintang Jalan Telford
    Gambar Penampang Melintang Jalan
    PEMELIHARAAN BADAN JALAN
    Badan jalan adalah prioritas kedua yang menjadi perhatian kelompok pemelihara jalan. Biasanya apabila terjadi hujan lebat, air hujan mengalir deras di permukaan jalan, sehingga akan mengakibatkan terkikisnya lapisan pasir atau tanah liat pada badan jalan. Jika ada kendaraan yang lewat dapat melonggarkan tatanan batu dan membuat batu terlepas. Karena air tidak dapat dibuang dari permukaan jalan, maka jalan menjadi becek dan terkena erosi, akibatnya badan jalan menjadi rusak (punggung sapi hilang), serta terdapat badan jalan yang becek.
    Kegiatan pemeliharaan badan jalan meliputi :
    · Mencabut rumput dari permukaan jalan dan permukaan jalan diratakan kembali kemudian dilapisi atau diberi bahan tambahan sirtu atau tasirtu (tanah, pasir, dan batu) dan dipadatkan.
    · Apabila permukaan jalan yang berlubang atau rusak, untuk perbaikan permukaan yang berlubang dibuka lebih besar dari pada yang rusak, kemudian lubang diurug kembali dengan bahan sirtu atau tasirtu dan dipadatkan.
    · Pada bagian batu yang terlepas, batu dipasang kembali di atas lapisan yang diperbaiki dan dipadatkan.
    · Pada bagian yang becek permukaan jalan digali kembali (dicari sumber kebecekan dan diperbaiki), tanah yang becek diganti tanah kering (sedikit dibasahi) kemudian dipadatkan dan batu dipasang kembali.
    · Air bawah tanah harus dialirkan dengan dibuat drainase campuran pasir dan kerikil
    · Membentuk kembali badan jalan (membentuk punggung sapi), baru kemudian batu dipasang kembali
    · Membentuk kembali bagian pinggir antara lapisan pengerasan batu dan bahu jalan (batu pinggir).
    clip_image004
    Gambar Pemeliharaan Badan Jalan pada Tanjakan
    PEMELIHARAAN BAHU JALAN
    Bahu jalan harus lebih rendah dari badan jalan, agar air dapat mengalir dengan lancar ke saluran tanpa menimbulkan erosi dan jalan tidak menjadi becek. Apabila ada rumput tumbuh pada bahu jalan (rumput boleh tumbuh di bahu jalan, tetapi perlu dipangkas untuk diratakan), aliran air akan terhambat yang akhirnya air akan menggenang di badan jalan sehingga dapat menimbulkan kikisan yang dalam. Kendaraan yang berpapasan setelah hujan lebat turun dapat meninggalkan bekas roda pada bahu jalan yang basah dan lunak dan apabila tidak dibenahi, bahu jalan akan menjadi kubangan air.
    Kegiatan pemeliharaan bahu jalan meliputi :
    · Pada bagian yang lebat, rumput dipotong dan pada bagian yang gundul rumput ditanam.
    · Bagian yang terkena erosi diperbaiki dengan diurug kembali dengan tanah dan dipadatkan kemudian ditanami rumput.
    · Membentuk kembali bagian pinggir antara lapisan pengerasan batu dan bahu jalan dan mengganti batu pinggir yang hilang.
    · Apabila bahu jalan masih lebih tinggi dari badan jalan, maka harus dilakukan pengeprasan pada bagian yang menonjol, kemudian dipadatkan.
    · Pada saat membersihkan saluran, tanah buangan tidak boleh dibuang ke bahu jalan.
    PEMELIHARAAN TEBING
    Tebing (atau lereng) jalan merupakan bagian jalan yang sering menjadi masalah karena longsoran atau erosi tanah. Selama dan sesudah hujan lebat, air yang mengalir dari tempat sekitar tebing akan melintas di atas jalan sebelum masuk ke dalam saluran. Apabila tebing tidak kuat dan tidak ada pengamanan, akan berakibat tebing menjadi mudah kena erosi air hujan, pohon-pohon besar akan mudah tumbang yang akhirnya mengakibatkan longsor.
    Kegiatan pemeliharaan tebing meliputi :
    · Memperbaiki kembali bagian yang terkena erosi atau longsor dan menanam rumput sebagai pencegah erosi.
    · Untuk longsoran yang kecil, tebing diperlandai atau dibuat sub-teras (terassiring).
    · Tanaman yang terlalu tinggi dan rimbun dipangkas, ditebangi tanpa harus merusak.
    · clip_image006Permukaan tebing ditutup dengan rumput yang menjalar atau gebalan-gebalan rumput (ditempatkan pada tanah yang baru).
    Gambar Pemeliharaan Bahu Jalan
    PEMELIHARAAN BANGUNAN PELENGKAP
    Deker (atau gorong-gorong plat beton) adalah merupakan bagian dari drainase. Pembersihannya menjadi bagian penting dari pemeliharaan sistem drainase. Pemeriksaan bangunan pelengkap secara berkala adalah juga kegiatan yang sangat penting karena membantu mengetahui kerusakan atau masalah potensial sejak awal.
    Kegiatan pemeliharaan biasanya meliputi :
    · Pemeliharaan dan pembersihan deker
    · clip_image008Perbaikan kecil pada tembok penahan
    · Memeriksa dan melaporkan kerusakan bangunan pelengkap
    Gambar Bangunan Gorong-Gorong

    Senin, 09 Juli 2018

    STRUKTUR DAN FUNGSI CPU (Central Processing Unit)


    STRUKTUR CPU



    CPU merupakan komponen terpenting dari sistem komputer. CPU adalah komponen pengolah data berdasarkan instruksi – instruksi yang diberikan kepadanya. CPU terdiri dari dua bagian utama yaitu unit kendali (control unit) dan unit aritmatika dan logika (ALU). CPU atau Central Processing Unit  dapat dikatakan juga otak dari komputer itu sendiri. Sebuah komputer paling canggih sekalipun tidak akan berarti tanpa adanya CPU yang terpasang di dalamnya. Dalam kesehariannya CPU memiliki tugas utama untuk mengolah data berdasarkan instruksi yang ia peroleh. CPU sendiri sebenarnya masih terbagi atas beberapa komponen yang saling bekerja sama untuk membentuk suatu unit pengolahan Disamping itu, CPU mempunyai beberapa alat penyimpan yang berukuran kecil yang disebut register. Terdapat empat komponen utama penyusun CPU, yaitu:
    1. Arithmetic and Logic Unit (ALU)
    2. Control Unit
    3. Registers
    4. CPU Interconnections


    Komponen Internal CPU

    1.     Arithmetic and Logic Unit (ALU)
    Arithmetic and Logic Unit atau sering disingkat ALU saja dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti Unit Logika dan Aritmatika. Bagian ini mempunyai tugas utama untuk membentuk berbagai fungsi pengolahan data komputer. Sering juga disebut sebagai bahasa mesin, karena terdiri dari berbagai instruksi yang menggunakan bahasa mesin. ALU sendiri juga masih terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu :
    1)    arithmetic unit (unit aritmatika), bertugas untuk menangani pengolahan data yang berhubungan dengan perhitungan, dan
    2)    boolean logic unit (unit logika boolean), bertugas menangani berbagai operasi logika.
    2.     Control Unit
    Control Unit atau Unit Kendali, mempunyai tugas utama untuk mengendalikan operasi dalam CPU dan juga mengontrol komputer secara keseluruhan untuk menciptakan sebuah sinkronisasi kerja antar komponen dalam melakukan fungsinya masing-masing. Di samping itu, control unit juga bertugas untuk mengambil instruksi-instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut.
    3.     Registers [Top Level Memory]
    1)    Media penyimpanan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data.
    2)    Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.
    4.     CPU Interconections
    CPU Interconnections merupakan sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU dengan bus-bus eksternal CPU.
    Sedangkan komponen eksternal CPU diantaranya
    ·       sistem memori utama,
    ·       sistem masukan/keluaran (input/output),
    ·       dan sistem-sistem lainnya.

    Struktur Detail Internal CPU


    FUNGSI CPU
    CPU berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah melakukan operasi aritmatika dan logika terhadap data yang diambil dari memori atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti keyboard, scanner, joystick, maupun mouse. CPU dikontrol menggunakan sekumpulan instruksi perangkat lunak komputer. Perangkat lunak tersebut dapat dijalankan oleh CPU dengan membacanya dari media penyimpan, seperti Harddisk, Flashdisk, CD, maupun pita perekam. Instruksi-instruksi tersebut kemudian disimpan terlebih dahulu pada memori fisik (RAM), yang mana setiap instruksi akan diberi alamat unik yang disebut alamat memori. Selanjutnya, CPU dapat mengakses data-data pada RAM dengan menentukan alamat data yang dikehendaki.
    Saat sebuah program dieksekusi, data mengalir dari RAM ke sebuah unit yang disebut dengan bus, yang menghubungkan antara CPU dengan RAM. Data kemudian didekode dengan menggunakan unit proses yang disebut sebagai pendekoder instruksi yang sanggup menerjemahkan instruksi. Data kemudian berjalan ke unit aritmatika dan logika (ALU) yang melakukan kalkulasi dan perbandingan. Data bisa jadi disimpan sementara oleh ALU dalam sebuah lokasi memori yang disebut dengan register supaya dapat diambil kembali dengan cepat untuk diolah.

    ALU dapat melakukan operasi-operasi tertentu, meliputi penjumlahan, perkalian, pengurangan, pengujian kondisi terhadap data dalam register, hingga mengirimkan hasil pemrosesannya kembali ke memori fisik, media penyimpan, atau register apabila akan mengolah hasil pemrosesan lagi. Selama proses ini terjadi, sebuah unit dalam CPU yang disebut dengan penghitung program akan memantau instruksi yang sukses dijalankan supaya instruksi tersebut dapat dieksekusi dengan urutan yang benar dan sesuai. Selain itu, Fungsi CPU juga untuk menjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah. Untuk memahami fungsi CPU dan caranya berinteraksi dengan komponen lain, perlu kita tinjau lebih jauh proses eksekusi program. Pandangan paling sederhana proses eksekusi program adalah dengan mengambil pengolahan instruksi yang terdiri dari dua langkah, yaitu : operasi pembacaan instruksi (fetch) dan operasi pelaksanaan instruksi (execute).
    Aksi CPU
    • CPU ó Memori (RAM), perpindahan data dari CPU ke memori dan sebaliknya.
    • CPU ó I/O, perpindahan data dari CPU ke modul I/O dan sebaliknya.
    • Pengolahan Data, CPU membentuk sejumlah operasi aritmatika dan logika terhadap data.
    • Kontrol, merupakan instruksi untuk pengontrolan fungsi atau kerja. Misalnya instruksi pengubahan urusan eksekusi.
    SIKLUS INSTRUKSI
    Siklus instruksi terdiri dari siklus fetch dan siklus eksekusi.
    Siklus fetch-eksekusi bisa dijelaskan sebagai berikut :
    1. Di awal setiap siklus, CPU akan membaca dari memori utama,
    2. Sebuah register, yang disebut Program Counter (PC), akan mengawasi dan menghitung instruksi selanjutnya,
    3. Ketika CPU membaca sebuah instruksi, Program Counter akan menambah satu hitungannya,
    4. Alu instruksi-instruksi yang dibaca tersebut akan dimuat dalam suatu register yang disebut register instruksi (IR), dan akhirnya
    5. CPU akan melakukan interpretasi terhadap instruksi yang disimpan dalam bentuk kode binari, dan melakukan aksi yang sesuai dengan instruksi tersebut.
    Siklus Eksekusi
    Siklus eksekusi untuk suatu instruksi dapat melibatkan lebih dari sebuah referensi ke memori. Disamping itu juga, suatu instruksi dapat menentukan suatu operasi I/O. Perhatikan pada Gambar Diagram siklus intruksi.

    Siklus instruksi
    • Instruction Addess Calculation (IAC), yaitu mengkalkulasi atau menentukan alamat instruksi berikutnya yang akan dieksekusi. Biasanya melibatkan penambahan bilangan tetap ke alamat instruksi sebelumnya. Misalnya, bila panjang setiap instruksi 16 bit padahal memori memiliki panjang 8 bit, maka tambahkan 2 ke alamat sebelumnya.
    • Instruction Fetch (IF), yaitu membaca atau pengambil instruksi dari lokasi memorinya ke CPU.
    • Instruction Operation Decoding (IOD), yaitu menganalisa instruksi untuk menentukan jenis operasi yang akan dibentuk dan operand yang akan digunakan.
    • Operand Address Calculation (OAC), yaitu menentukan alamat operand, hal ini dilakukan apabila melibatkan referensi operand pada memori.
    • Operand Fetch (OF), adalah mengambil operand dari memori atau dari modul I/O.
    • Data Operation (DO), yaitu membentuk operasi yang diperintahkan dalam instruksi.
    • Operand store (OS), yaitu menyimpan hasil eksekusi ke dalam memori.
    FUNGSI INTERRUPT
    Fungsi interupsi adalah mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan instruksi dalam CPU kepada routine interupsi. Hampir semua modul (memori dan I/O) memiliki mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU. Tujuan interupsi secara umum untuk menejemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul – modul I/O maupun memori. Setiap komponen – komputer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing – masing modul berbeda sehingga dengan adanya fungsi interupsi ini dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul. Macam – macam kelas sinyal interupsi :
    • Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya: arimatika overflow, pembagian nol, oparasi ilegal.
    • Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan pewaktuan dalam procesor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
    • I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi.
    • Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.
    TUJUAN INTERUPSI
    • Secara umum untuk manajemen pengeksekusian routine instruksi agar efektif dan efisien antar CPU dan modul-modul I/O maupun memori.
    • Setiap komponen computer dapat menjalankan tugasnya secara bersamaan, tetapi kendali terletak pada CPU disamping itu kecepatan eksekusi masing-masing modul berbeda.
    • Dapat sebagai sinkronisasi kerja antar modul

    KELAS SINYAL INTERUPSI
    • Program, yaitu interupsi yang dibangkitkan dengan beberapa kondisi yang terjadi pada hasil eksekusi program. Contohnya : aritmatika overflow, pembagian nol, operasi ilegal.
    • Timer, adalah interupsi yang dibangkitkan perwaktuan dalam processor. Sinyal ini memungkinkan sistem operasi menjalankan fungsi tertentu secara reguler.
    • I/O, sinyal interupsi yang dibangkitkan oleh modul I/O sehubungan pemberitahuan kondisi error dan penyelesaian suatu operasi.
    • Hardware failure, adalah interupsi yang dibangkitkan oleh kegagalan daya atau kesalahan paritas memori.
    PROSES INTERUPSI
    • Dengan adanya mekanisme interupsi, procesor dapat digunakan untuk mengeksekusi instruksi-instruksi lain.
    • Saat suatu modul telah selesai menjalankan tugasnya dan siap menerima tugas berikutnya, maka modul ini akan mengirimkan permintaan interupsi ke procesor.
    • Kemudian procesor akan menghentikan eksekusi yang dijalankannya untuk menghandle routine interupsi.
    • Setelah program interupsi selesai, maka procesor akan melanjutkan eksekusi programnya.
    • Saat sinyal interupsi diterima procesor ada dua kemungkinan tindakan, yaitu interupsi diterima/ditolak dan interupsi ditolak.



    SUMBER




    Minggu, 27 September 2015

    Install SQLMAP di Windows XP, 7, 8, 8.1,10 untuk Hacking Web yang Vulnerable Sql Injection

    Bagi para hacker, tool ini merupakan tool yang cukup membantu dalam aktifitas hacking yang vulnerable SQLi atau SQL Injection. Karena dengan tool ini, hacking sql injection bisa dilakukan dengan cara otomatis. Tentu saja bisa aktifitas hacking bisa lebih efisien. Hacker-hacker professional mungkin tidak perlu membutuhkan tool ini, karena biasanya hacker professional menggunakan Operating System Linux, biasanya menggunakan Kali Linux / Backtrack, dan tool sqlmap ini sudah terintegrasi di dalamnya. Tapi, bagi hacker newbie / pemula seperti aku ini (atau pantasnya disebut orang yang pingin jadi hacker), yang belum bisa lepas dari Sistem Operasi Windows, maka inilah yang harus dilakukan.
    1. Download python, buat windows.. Download pyhton disini ..
    2. Download Active Python , agar SQLMAP dapat berjalan Download Active Python
    3. Dan SLQMAP .. Download SQLMAP disini 
    Setelah di download semua, instal python dan active python-nya. Setelah itu extract sqlmapnya ke direktori yang kamu suka, contoh : C:\Pentest\sqlmap

    Dan cara untuk menggunakan SQLMAP nya adalah dengan membuka CMD dan masuk ke dalam directory dimana agan agan menyimpan SQLMAP 

    Contoh : 
    Start ==> Run (Win + R), ketik CMD, tekan Enter
    Setelah muncul command prompt : ketik "CD /"
    Ketik "CD Pentest" kemudian Enter
    Ketik "CD sqlmap" tekan Enter

    sekarang kamu sudah aktif di direktori sqlmap, tinggal eksekusi sqlmap-nya untuk menyerang web yang vulnerable. Tutorial hacking web dengan sqlmap akan aku tulis di post selanjutnya. Stay tune... hehe

    Selasa, 22 September 2015

    Internet Gratis Menggunakan Injector dan SSH

    1. Apa Bisa Internetan Gratis dengan Pulsa Rp 0 dan Kuota 0?
    Tentu Saja Bisa.
    2. Apa Alasannya ?
    Setiap Operator penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) mempunyai celah/bug yang bisa dimanfaatkan untuk mengakses internet dengan gratis.
    3. Apa tool-nya?
    Di blog / forum phreaker banyak sekali bertebaran tool-tool inject operator yang siap pakai. Cari saja melalui google dengan kata kunci : Inject
    4. Apa cukup itu saja tool-nya?
    Tidak.
    Selain Modem dan Kartu yang masih dalam masa aktif (pulsa Rp 0, Kuoto 0), ada tool yang lain yang diperlukan. Tapi sebelum itu saya jelaskan dulu bahwa Inject Operator itu ada dua macam :
    a. Inject Langsung atau sering disebut inject kejut
    Dengan inject kejut ini, hanya perlu tambahan tool sejenis Proxifier. Proxifier ini gunanya untuk memaksa/mengatur aplikasi seperti Browser Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explorer atau aplikasi lain yang digunakan untuk mengakses internet, agar koneksinya tidak langsung ke internet akan tetapi melalui proxy dan port tertentu, dalam hal ini koneksinya melalui Injector. Sehingga alur koneksinya akan seperti ini :
    Browser ==> Proxifier ==> Inject Langsung/Kejut ==> Internet (tujuan sesungguhnya).
    Kelemahan inject langsung adalah biasanya mudah terdeteksi oleh operator sehingga bug yang digunakan kadang cepat ditutup oleh pihak provider, sehingga injectnya tidak bisa dipakai lagi.
    b. Inject SSH / VPN
    Inject ini digunakan dengan protokol SSH. Alur koneksinya seperti berikut :
    Browser ==> Proxifier ==> SSH ==> Inject Operator/Provider ==> Internet (tujuan sesungguhnya).
    Tool SSH Client yang sering digunakan oleh para Phreaker adalah Bitvise SSH Client.
    5. Halalkah Internet SSH?
    Inject-nya memanfaatkan bug operator untuk dimanipulasi dan dimanfaatkan sebagai jalur internet gratis. ini yang ILEGAL.
    SSH sebenarnya ditujukan untuk berbagi jaringan melalui protocol jaringan yang aman. ini LEGAL, tetapi diSALAHGUNAKAN.
    6. Kenapa memakai Internet Gratis?
    Asal muasal internet gratis ini salah satu penyebabnya adalah mahalnya biaya / tarif yang dipatok operator (bagi saya pribadi, mungkin juga anda) sehingga menyebabkan kalangan menengah kebawah yang pada era saat ini tidak bisa lepas dengan internet, terpaksa mau tidak mau harus membelinya. Sebenarnya banyak operator yang memberikan alternatif internet murah, tapi harus di Jam 01.00 - 06.00, bukannya waktu tersebut untuk tidur? haruskah kita terpaksa begadang? sementara siangnya masih banyak kerjaan yang harus kita kerjakan. Ini kan sama saja bohong. Ada juga yang katanya murah, tetapi koneksinya super lambat, bahkan untuk membuka 1 halam saja bisa sampai bermenit-menit, ini yang kadang membuat saya emosi dan rasanya ingin membanting laptop saya. Lagipula, operator seluler itu sudah cukup banyak meraup untung.
    7. Dimana saya bisa mendapatkan alat tempur internet gratis itu?
    a. Inject operator terbaru disini
    b. Bitvise SSH Installer disini
    c. Proxifier disini
    d. Akun SSH gratis / Premium bisa didapatkan disini


    Download gratis Evo magz premium blogger templates

    Template blogger Evo Magz ini sangat populer di kalangan para blogger. Template ini memiliki CTR yang tinggi/HIGH CTR, sehingga mudah terindeks oleh search engine.

    FEATURES:


    • 100% Responsive
    • Custom Mobile Template
    • SEO Optimized
    • Ad and AdSense Optimized
    • Fully Customizable
    • Font Awesome
    • Breadcrumb
    • Auto Readmore
    • Related Posts
    • Share Buttons
    • Tab View Widget
    • Recent Post Widget
    • Numbered Page Navigation
    • Back to Top button
    • Custom Error page
    • Facebook Comments (new)
    • akan terus bertambah kedepannya
    harga template ini jika di beli sekitar 5$ namun kali ini di bagikan secara gratis melalui link donwnload di bawah.

    Konversi Massal File CSV ke Excel atau Sebaliknya dengan Python

     Jika Anda sering bekerja dengan data, pasti tidak asing dengan format CSV dan Excel (XLSX) . Terkadang, kita perlu mengonversi ba...